Lewati ke konten

Buat toko pertama Anda

Setelah mendaftar, Anda akan diminta Selesaikan Pendaftaran — di sinilah toko Anda dibuat. Isinya sedikit, tapi satu di antaranya tidak bisa diubah lagi nanti, jadi baca bagian ID Toko baik-baik.

  1. Nama toko — nama yang dilihat pelanggan, dan yang tercetak di struk.
  2. ID Toko — handle toko Anda (lihat di bawah).
  3. Alamat & nomor telepon — ikut tercetak di struk.
  4. Jenis usaha — toko/ritel, kafe & restoran, atau bengkel.

ID Toko adalah yang diketik karyawan Anda saat masuk ke aplikasi, dan sekaligus jadi handle publik toko Anda.

Aturannya: huruf kecil, angka, dan tanda hubung. Contoh: toko-bunda, kopisenja, bengkel-jaya.

Nama toko boleh diubah kapan saja. Yang permanen hanya ID Toko-nya.

Pilihan ini menyesuaikan tampilan aplikasi dengan cara kerja usaha Anda:

  • Toko / ritel — alur kasir cepat, fokus ke stok barang
  • Kafe & restoran — membuka fitur meja dan pesanan
  • Bengkel — membuka pencatatan servis dan jasa

Kalau ragu, pilih yang paling mendekati sekarang. Ini bukan keputusan permanen seperti ID Toko.

Untuk usaha di Indonesia, mata uangnya Rupiah (IDR) dan angka di belakang koma diatur 0 — jadi harga tampil 15.000, bukan 15.000,00. Ini sudah sesuai kebiasaan sehari-hari, jadi umumnya tidak perlu Anda ubah.

Secara bawaan, pajak toko diisi 0. Sebagian besar UMKM belum Pengusaha Kena Pajak (PKP), jadi tidak memungut PPN — dan struk Anda akan lebih bersih tanpa baris pajak.

Kalau usaha Anda sudah PKP, Anda bisa mengatur tarif pajak di pengaturan toko.

Isi yang Anda masukkan di sini langsung dipakai di dua tempat yang dilihat orang lain:

  • Struk pelanggan — nama, alamat, dan telepon toko
  • Layar masuk karyawan — ID Toko

Jadi kalau alamat atau nomor telepon berubah, perbarui di Pengaturan → Toko supaya struk tetap benar.