Lewati ke konten

Buka shift kasir

Butuh paket Basic+

Membuka register adalah hal pertama yang dilakukan kasir setiap hari — sebelum transaksi pertama, bukan setelahnya.

  1. Buka menu Shift → Manajemen Shift.
  2. Kalau tertulis Register Ditutup dengan ajakan “Buka shift untuk mulai memproses transaksi.”, ketuk untuk membuka.
  3. Aplikasi meminta: “Masukkan jumlah kas awal di laci.”
  4. Hitung uang yang benar-benar ada di laci sekarang, lalu masukkan totalnya.
  5. Register terbuka, dan statusnya menjadi Terbuka.

Setiap shift punya Kode Shift sendiri, yang menandai semua transaksi selama sesi itu.

Angka ini bukan formalitas — ini dasar seluruh perhitungan di akhir shift:

Kas Diharapkan = Modal Awal + penjualan tunai − pengeluaran tunai − kembalian

Kalau modal awal diisi asal (atau diisi 0 padahal laci berisi Rp 200.000), maka Selisih di akhir shift pasti salah — dan Anda akan mengira ada uang hilang padahal tidak.

Anda akan melihat: “Register belum dibuka — penjualan tidak akan dihitung. Ketuk untuk membuka.”

Dan saat menyelesaikan transaksi: “Tidak ada register yang dibuka, jadi penjualan ini tidak akan masuk ke total register atau rekonsiliasi. Buka register dulu?”

Artinya penjualannya tetap tercatat dengan benar — masuk laporan, stok tetap berkurang. Yang hilang hanyalah kaitannya ke rekonsiliasi laci. Ketuk peringatan itu untuk membuka register, lalu lanjutkan.

Kalau Anda melihat “Register terbuka di … — pindah ke toko itu atau tutup di sana.”, berarti sesi sebelumnya belum ditutup di toko lain. Selesaikan dulu di sana.

Setiap kasir sebaiknya membuka registernya sendiri dengan modal awalnya sendiri. Itulah yang membuat tanggung jawab uang tiap orang terpisah jelas — kalau ada selisih, ketahuan di shift siapa.