Lewati ke konten

Penjualan kredit (piutang)

Butuh paket Basic+

Pembeli membawa barang sekarang, membayar nanti — kasbon, bon, atau utang langganan. Di AlirPOS ini disebut Piutang: uang yang pelanggan berutang kepada Anda.

Kasbon di buku tulis punya tiga masalah yang sama di mana-mana: tulisannya luntur, bukunya hilang, dan tidak ada yang tahu totalnya berapa sampai terlambat.

Dicatat di aplikasi, piutang ikut masuk laporan — jadi Anda tahu berapa modal Anda yang sedang “berjalan di luar”, bukan hanya menebak.

  1. Layani penjualan seperti biasa sampai layar pembayaran.
  2. Pilih Piutang sebagai cara penyelesaian.
  3. Pilih pelanggannya. Ini wajib — aplikasi menolak dengan “Anda harus memilih pelanggan untuk Piutang.”
  4. Selesaikan transaksi, lalu berikan struk sebagai bukti.

Stok tetap berkurang dan penjualan tetap tercatat — yang berbeda hanya uangnya belum masuk.

Piutang tanpa nama tidak bisa ditagih. Karena itu aplikasi mewajibkannya — dan inilah bedanya dengan buku kasbon yang sering hanya bertuliskan “bapak yang biasa”.

Kalau pelanggannya belum terdaftar, tambahkan dulu datanya. Nomor HP sangat membantu saat menagih.

Saat pelanggan datang membayar, itu bukan penjualan baru. Jangan membuat transaksi baru — barangnya sudah keluar sejak dulu, dan stok akan berkurang dua kali.

Catat pembayarannya lewat Utang & Piutang, pilih pelanggannya, lalu Catat Pembayaran. Anda bisa mencatat sebagian, atau Bayar Penuh.

Penerimaan ini muncul di laporan sebagai Penerimaan Piutang (+) — terpisah dari penjualan hari itu, supaya omzet Anda tidak terhitung dobel.

Menu Utang & Piutang menampung dua arah yang berlawanan:

Istilah Artinya
Piutang (Pelanggan Berutang) Orang lain berutang kepada Anda
Hutang (Anda Berutang) Anda berutang ke pemasok

Keduanya sengaja dipisah — yang satu uang yang akan masuk, yang satu kewajiban yang harus keluar.